SMAMDA.SCH.ID – Sebanyak 101 guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo melakukan studi banding ke Malaysia, Senin (16/12/2024). Sekolah pertama yang dituju adalah Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Seksyen 9 yang berada di wilayah Selangor, Malaysia.
Sekolah yang memiliki siswa sekitar 1900 an ini memiliki berbagai program khusus yang dinamakan program pendidikan khas integrasi. Yaitu salah satu program keterampilan untuk siswa berkebutuhan khusus. Beberapa siswa yang belajar di sekolah ini memiliki berbagai macam kebutuhan, mulai dari yang hanya slow learner hingga yang down syndrom.
Salah satu program yang baru saja diresmikan pada 4 November 2024 lalu adalah kelas keterampilan reflexology dengan nama Relax D’Ninors. Di ruangan sekitar 5x5 m ini siswa diberi tempat praktek untuk reflexology. Terdapat dua ruang, untuk laki-laki dan perempuan.
Menurut salah satu pengajar, Ibu Najwa Hayatee Binti Abdullah, program ini adalah program kekhasan dari sekolah dan kami mendapat panduan dari dinas pendidikan Malaysia. Terdapat banyak macam keterampilan, namun kami hanya memilih beberapa saja dan reflexology ini adalah salah satunya.
“Untuk dapat masuk kelas ini kami memantau siswa tersebut dan melakukan tes serta wawancara. Syarat utamanya mereka harus bisa membaca dan menghitung untuk yang dasar-dasar. Hal itu karena kami tidak hanya mengajarkan keterampilan bagaimana memijat namun juga mengajari mereka menata dokumen bagi pelanggan,” ujar Najwa.
Najwa menambahkan bahwa mereka memiliki tekad agar anak-anak khusus ini dapat dibekali dengan keterampilan. Sehingga setelah mereka lulus nanti mereka dapat mandiri dan mereka dapat membuka lapangan kerja bagi mereka sendiri. “Kelas khusus program reflexology ini ini memiliki sebelas murid. Tujuh murid laki-laki dan empat murid perempuan,” tambah Najwa.
Salah seorang guru matematika Smamda, Furghon Zendy Halim, menyatakan puas setelah mencoba pijatan dari salah satu siswa. “Program ini sangat bagus dan bisa mengembangkan kemampuan dan kemandirian siswa,” ujarnya.
Meski hanya sesaat, namun kunjungan studi banding ini dirasa sangat berkesan di mata guru dan karyawan Smamda. Melalui program ini tidak hanya menjalin silaturahmi dua negara, namun juga menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan ide demi kemajuan sekolah masing-masing.
Editor : Moh. Ernam