SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menyelenggarakan tiga kegiatan pendidikan sekaligus dalam satu hari. sebanyak 1.150 murid dari tiga tingkatan kelas terlibat dalam acara ini. Kegiatan yang berlangsung serentak ini meliputi campus trip bagi kelas XII, outing class untuk kelas XI, serta outdoor learning bagi kelas X, Senin (3/2/2025).
Kegiatan yang dilakukan pada hari Senin tersebut dirancang agar seluruh murid dan guru dapat berpartisipasi secara optimal tanpa mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah. “Kegiatan ini kami rancang bersamaan agar seluruh guru dan murid bisa melakukan kegiatan dengan nyaman. Semua guru bisa mendampingi karena tidak ada pelajaran di sekolah,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Alful Musyrifah.
Kelas XII melakukan campus trip ke dua kampus ternama, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai dunia perkuliahan dan persiapan memasuki jenjang pendidikan tinggi. “Anak-anak akan menimba tips dan trik masuk perguruan tinggi Muhammadiyah dan perguruan tinggi negeri terbaik. Makanya kami ajak ke UMS dan UGM,” tambah Alful.
Sementara itu, murid kelas X menempuh outdoor learning dengan berkunjung ke Kampung Inggris di Pare, Kediri. Kegiatan ini merupakan bagian dari projek pengembangan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal. Murid-murid di sana diberikan tugas belajar di luar kelas dengan mempelajari potensi wisata desa yang akan diaplikasikan dalam tugas mereka setelah kembali ke sekolah. “Anak-anak akan belajar tentang cara mengembangkan potensi wisata desa di Kampung Inggris. Mereka akan menerapkan pembelajaran ini dalam tugas mereka nantinya,” jelas Alful.
Hidup dengan Masyarakat Desa
Tak kalah menarik, murid kelas XI mendapatkan pengalaman langsung dalam pembelajaran budaya dengan melakukan outing class ke desa Gabugan, Sleman, Yogyakarta. Di sana, mereka tinggal bersama warga desa dan mengikuti seluruh kegiatan sehari-hari masyarakat, mulai dari pertanian, industri rumah tangga, hingga seni budaya. “Di sana mereka akan tinggal di rumah-rumah penduduk dan ikut merasakan kehidupan nyata masyarakat desa, termasuk makan bersama tuan rumah,” ungkap Arif Hanafi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemurid an.
Arif menambahkan, selama dua hari, anak-anak akan mendapatkan pengalaman seru dan belajar banyak hal baru yang akan menambah wawasan mereka tentang keberagaman budaya dan kearifan lokal. “Anak-anak akan belajar Bertani, panen salak, buat jamu, belajar karawitan, dan kegiatan seru lainnya,” pungkas Arif.