Perpustakaan Smamda - NPP3515081E2000008

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Prof. Khozin: Guru Muhammadiyah Harus Terus Meningkatkan Kompetensi


 

Prof. Dr. Khozin (kanan), Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, menyampaikan materi kajian Ramadan kepada guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id) Prof. Dr. Khozin (kanan), Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, menyampaikan materi kajian Ramadan kepada guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di Auditorium Nyai Walidah, Kamis (12/3/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id)

Prof. Khozin: Guru Muhammadiyah Harus Terus Meningkatkan Kompetensi

Moh. Ernam | 16 Maret 2026

166 View

3 Share

 

 

 

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Guru Muhammadiyah dituntut terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Khozin dalam kajian Ramadan guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Karena itu, guru Muhammadiyah harus terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru dapat dilakukan melalui penguatan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional. “Guru minimal S1, kepala sekolah sebaiknya S2, dan terus berproses menuju S3,” ujarnya.

Selain itu, guru juga didorong untuk mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kemampuan mengajar. Ia menyebutkan bahwa guru idealnya mengikuti pelatihan minimal 50 jam setiap tahun. “Kalau setiap tahun mengikuti pelatihan, kompetensi guru pasti meningkat,” jelasnya.

Guru Harus Adaptif dengan Teknologi

Prof. Khozin juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan literasi teknologi bagi guru. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru untuk mampu memanfaatkan berbagai perangkat digital dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi akan membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa.

Selain itu, guru juga harus memiliki sikap terbuka terhadap perubahan.

Bekerja dengan Ikhlas

Di akhir pemaparannya, Prof. Khozin memberikan motivasi kepada para guru Muhammadiyah untuk terus mengabdi dengan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa bekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari kebahagiaan hidup.

Ia mengutip pemikiran sastrawan Rusia, Maxim Gorky, tentang makna bekerja. “Ketika bekerja adalah kesenangan, hidup menjadi kebahagiaan. Tetapi jika bekerja dianggap kewajiban, hidup terasa seperti perbudakan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak para guru untuk terus bekerja dengan baik dan penuh dedikasi. “Bekerjalah dengan baik. Allah yang akan mengatur rezeki kita,” pesannya.


Editor: Khusnul Isa

 

Perpustakaan Smamda - NPP3515081E2000008
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?