Senyum optimis Andhika Naufal Bagaskara, murid SMAMDA Sidoarjo yang berhasil menembus Universitas Al-Azhar, Mesir. (Moh. Ernam/smamda.sch.id)
Moh. Ernam | 04 Mei 2026
Smamda.sch.id – Jalan menuju Universitas Al-Azhar tidak selalu mulus. Bagi Andhika Naufal Bagaskara, murid Boarding SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, perjalanan itu justru dimulai dari keraguan.
Ia bukan berasal dari latar belakang pondok pesantren. Di saat banyak orang menganggap itu sebagai kekurangan, Andhika justru menjadikannya sebagai titik awal perjuangan.
“Dalam proses ini, tidak ada yang instan. Butuh kedisiplinan, konsistensi, dan doa,” ungkapnya.
Rasa ragu dan pesimis sempat hadir. Bahkan, ia mengaku pernah merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya. Namun, perasaan itu tidak membuatnya berhenti. Sebaliknya, ia menjadikannya bahan bakar untuk terus melangkah.
“Rasa ketidaktahuan itu yang membantu saya melawan rasa malas,” ujarnya.
Ditempa Proses, Dikuatkan Dukungan
Perjalanan Andhika bukan hanya tentang usaha pribadi. Ada peran besar orang tua dan guru yang terus membersamai setiap langkahnya.
Di SMAMDA, ia merasakan dukungan yang tidak biasa. Para guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga meluangkan waktu di luar jam sekolah untuk membimbing secara intensif.
“Saya sangat bersyukur. Banyak guru yang rela mengorbankan waktu mereka demi masa depan saya. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini,” tuturnya.
Pembinaan yang ia jalani tidak singkat. Berbulan-bulan ia ditempa, mulai dari penguatan bahasa Arab hingga kesiapan mental menghadapi seleksi.
Hingga akhirnya, kabar yang dinanti itu datang—Andhika dinyatakan diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Namun baginya, keberhasilan ini bukanlah garis akhir. “Saya bersyukur dan bahagia. Tapi saya tidak ingin larut dalam euforia, karena perjalanan ke depan pasti lebih besar dari ini,” katanya.
Pesan dari Perjalanan
Dari pengalaman yang ia lalui, Andhika menyimpan satu pesan sederhana namun kuat: jangan biarkan keraguan membatasi mimpi.
Ia percaya, kesempatan selalu datang kepada mereka yang bersungguh-sungguh mempersiapkan diri. “Jika saya bisa sampai di titik ini, maka teman-teman bisa lebih dari ini,” ucapnya.
Bagi Andhika, belajar ke luar negeri—bahkan hingga ke Universitas Al-Azhar—bukanlah sesuatu yang mustahil. “Selama Allah bersama kita, tidak ada yang tidak mungkin,” tutupnya.
Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy